Enak betul rasanya dilahirkan dari garis keturunan Nabi Muhammad SAW. Dihormati sejak dalam kandungan, terpandang sejak gema tangisan pertama, dan dianggap golongan yang diistimewakan bahkan ketika belum bisa mengucap sepatah katapun. Namun, benarkah demikian? Tidak sedikit keturunan Nabi malah enggan dipandang dengan atribut keistimewaan demikian. Bahkan ada yang memilih untuk menanggalkan gelar “habib” karena merasa tidak begitu berhak. "Bahkan sampai sekarang sebenarnya ada orang-orang yang punya garis keturunan dari Nabi, punya pengabdian yang besar, tidak dikenal sebagai sayid," kata Quraish Shihab. Ia adalah penafsir Alquran yang cemerlang, cendekiawan muslim yang memiliki rekam jejak luar biasa, diakui sebagai ahli ilmu tafsir di dalam dan luar negeri. Quraish dilahirkan pada 16 Februari 1944 di Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Ayahnya, Abdurrahman Shihab, juga ulama dan guru besar di bidang tafsir. Dibesarkan oleh keluar...