Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Kick Andy: Dahlan Iskan [6/6]

Dahlan Iskan dan Sarung Ajaib

Maman Suherman sejak SMP sudah mengalami konspirasi

SUDAH EFEKTIFKAH PENDIDIKAN KITA DI INDONESIA ?

Potret Pendidikan di Indonesia (Eps. Mendikbud Part I) - Insight With De...

Pendidikan Alternatif

Anies Baswedan Tentang Penghentian Kurikulum 2013 (B...

Wawancara Mantan Mentri Lingkungan Hidup RI - Professor Dr. Emil Salim

Patricius Dewo / 13140110172UAS Teknik Interview & Reportase Universitas...

laporan1

pos POS 

DK TAMB

Laporan Didik Samin Pati

NOTA DINAS PENDIDIKAN TAMBAKROMO CQ BUPATI PATI - MINTA BAGIAN

pak didik ngoceh TENTANG BAMBANG PERMADI

lAPORAN poran2-PENYIMPANGAN OKNUM POLISI PATI bbpm KOMPOLNAS

DIDIK SAMIN VS DAHLAN ISTANTO L pora 1

didik wong samin pati PENGALIHAN

didik wong samin pati PENGALIHAN

Didik samin pati DARI SAMSUNGNYA HERY

penculikan "peristiwa"KY 2011

fURQOH QODHAF

]  Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:  Kelemahan umat Islam terdapat pada banyak sisi kehidupan, baik pribadi atau masyarakat. Boleh dikatakan di semua sisi kehidupan. Di antaranya yang bisa disebutkan di sini adalah:   a. Lemah Aqidah  Aqidah adalah pegangan hidup yang utama dan menjadi fondasi untuk lahirnya   imanul ‘amiq (keimanan yang mendalam). Aqidah yang kuat hanya menjadikan Allah Ta’ala sebagai satu-satunya penolong dari kesulitan hidup dan permasalahnnya. Tidak takut mati, apalagi takut miskin. Sebab seorang yang mengimani Allah Ta’ala sebagai pengatur hidup akan merasa aman dan tentram hatinya ketika menyandarkan dirinya kepada pemiliki kehidupan itu sendiri. Berbeda dengan orang yang aqidahnya lemah, dia lebih takut dengan ancaman makhluk dibanding azab Allah Ta’ala. Seperti yang terjadi saat ini, umat Islam (khususnya para pemimpinnya) lebih takut dengan ‘azab’ yang diberikan Amerika Serikat dan sekutuny...

koNSEP kuFUR

Seharusnya perbedaan dapat dijadikan khazanah yang baik. Islam tidak mencela perbedaan tetapi membenci perpecahan. Dan, perbedaan belum tentu berpecah, sedangkan berpecah sudah pasti  berbeda.  Perbedaan memang hal yang niscaya dan pasti ada. Allah Ta’ala berfirman:  وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ   Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.. (QS. Huud: 118-119)  Imam Hasan Al Bashri  Radhiallahu ‘Anhu mengatakan:  وللاختلاف خَلَقهم  “Dan Allah menciptakan mereka untuk perbedaan.”  ( Tafsir Al Quran Al ‘Azhim , 4/362. Dar Ath Thayyibah Lin Nasyr wat Tauzi’)  Dalam potongan hadits yang cukup panjang Nabi  Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda: من يعيش منكم بعدي فسيرى اختلافا كثيرا  “Barangsiapa...

demokrasi ala hti

Abdul Qadim Zallum Dikeluarkan  oleh HIZBUT TAHRIR Demokrasi yang telah dijajakan negara Barat kafir ke negeri-negeri Islam, sesungguhnya adalah sistem kufur. Ia tidak punya hubungan sama sekali dengan Islam, baik langsung maupun tidak langsung. Demokrasi sangat bertentangan dengan hukum-hukum Islam dalam garis besar maupun rinciannya, dalam sumber kemunculannya, aqidah yang melahirkannya atau asas yang mendasarinya, serta berbagai ide dan peraturan yang dibawanya. Karena itu, kaum muslimin diharamkan secara mutlak mengambil, menerapkan dan menyebarluaskan Demokrasi. Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang dibuat manusia, dengan tujuan untuk membebaskan diri dari kezhaliman dan penindasan para penguasa terhadap manusia atas nama agama. Demokrasi adalah suatu sistem yang bersumber dari manusia. Tidak ada hubungannya dengan wahyu atau agama. Kelahiran Demokrasi bermula dari adanya para penguasa di Eropa yang beranggapan bahwa penguasa adalah Wakil Tuhan di bumi d...

dEMOKRASI DAN PEMBEBASAN

Karena itu, sumber kemunculan sistem Demokrasi seluruhnya adalah manusia, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan wahyu atau agama. Demokrasi merupakan lafal dan istilah Barat yang digunakan untuk menunjukkan pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat. Rakyat dianggap penguasa mutlak dan pemilik kedaulatan, yang berhak mengatur urusannya sendiri, serta melaksanakan dan menjalankan kehendaknya sendiri. Rakyat tidak bertanggung jawab kepada kekuasaan siapapun, selain kekuasaan rakyat. Rakyat berhak membuat peraturan dan undang-undang sendiri — karena mereka adalah pemilik kedaulatan — melalui para wakil rakyat yang mereka pilih. Rakyat berhak pula menerapkan peraturan dan undang-undang yang telah mereka buat, melalui para penguasa dan hakim yang mereka pilih dan keduanya mengambil alih kekuasaan dari rakyat, karena rakyat adalah sumber kekuasaan. Setiap individu rakyat — sebagaimana individu lainnya — berhak menyelenggarakan negara, mengangkat penguasa, serta membuat peraturan d...