Langsung ke konten utama

koNSEP kuFUR



Seharusnya perbedaan dapat dijadikan khazanah yang baik. Islam tidak mencela perbedaan tetapi membenci perpecahan. Dan, perbedaan belum tentu berpecah, sedangkan berpecah sudah pasti  berbeda.

 Perbedaan memang hal yang niscaya dan pasti ada. Allah Ta’ala berfirman: 
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ
 Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu..(QS. Huud: 118-119)
 Imam Hasan Al Bashri Radhiallahu ‘Anhu mengatakan: 
وللاختلاف خَلَقهم
 “Dan Allah menciptakan mereka untuk perbedaan.” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 4/362. Dar Ath Thayyibah Lin Nasyr wat Tauzi’)
 Dalam potongan hadits yang cukup panjang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda:
من يعيش منكم بعدي فسيرى اختلافا كثيرا
 “Barangsiapa diantara kalian yang hidup setelah aku, maka dia akan melihat banyak perselisihan ..” (HR. At Tirmidzi No. 2816, katanya: hasan shahih. Ad Darimi No. 95, Ibnu Majah No. 43, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 20125, Ibnu Hibban, Bab Maa Ja’a Al Ibtida bihamidallahu Ta’ala,  No. 5, Ahmad No. 17142. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata; hadits shahih dengan banyak jalur dan penguatnya)
  Namun demikian, walau perbedaan itu pasti ada dan ini sudah diisyaratkan jauh-jauh hari, Islam tetaplah mencela perpecahan dan mengaharamkannya di antara kaum Muslimin.
 Allah Ta’ala berfirman: 
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا
“Dan berpegang teguhlah kepada tali (agama) Allah kalian semua, dan janganlah berpecah belah ..” (QS. Ali Imran (3): 103)
 Inilah penyakit yang mengerikan sebab dia menghancurkan dari dalam seperti kanker yang menggerogoti tubuh manusia. Sesungguhnya umat Islam tidak pernah takut akan ancaman dari luar karena mereka sudah mengantisipasi dengan semangat Jihad fi Sabilillah. Tetapi yang justru dikhawatiri adalah hancurnya umat islam dari dalam, yakni ketidakmampuan mereka dalam meredam perselisihan dan mengolah perbedaan. Akhirnya, musuh-musuh Islam bertepuk tangan sementara kita sibuk bercakaran. Mereka pun berkata; “Terima kasih wahai umat Islam, tugas kami memecah belah kalian sudah diselesaikan oleh kalian sendiri!
Demikianlah penyakit umat islam kontemporer dan kita harus tersadari olehnya. Tentunya harus dicarikan solusi yang jitu dengan tanpa melahirkan penyakit baru. Bagaimana itu?
 Ringkasnya, sebagaimana kata Imam Malik Radhiallahu ‘Anhu yang pernah mengatakan: “Umat ini tidak akan jaya kecuali dengan cara pertama kali  ia dijayakan  genarasi awalnya.”
 Yaitu dengan iman, ilmu, ukhuwah islamiyah yang solid, dan ruhul jihadiah (semangat juang) yang tidak terputus. Sehingga umat Islam menjadi cerdas tidak bodoh, kuat tidak lemah, berwibawa tidak direndahkan, dan solid tidak berpecah. Wallahu A’lam.
makenye ane slalu bilang fuckin politik...
dunia yg aneh, sjak sd sudah ditanemin dalam otak gnerasi indonesia bgaimana cara berpolitik, sjarah politik,,, sbnenernya kalo saran ane "PKN, AGAMA, Sejarah, Sosiologi" itu ckup 1 mata pelajaran aj = Pelajaran agama (Islam) karena dalam islam smua itu dah lengkap... makin baek islam ny maka sosial ny makin baek pula.....
ane seorang S1, berharap bisa menjadi ilmuwan komputer (computer sains) tapi dmasa kul dosen ane aneh2... ada dosen yg dari awal jam plajaran sampe kelar sibuk ceritain politik, ad dosen satu smster cuma 3 kali masuk cuman ngabsen doank, ada dosen yg di harus nya ngaasih materi Kecerdasan buatan tapi ternyata spanjang mata kul dia cramah dan berkata2 ttg kepemimpinan... walhasil, ane kecewa, gmn islam bisa maju lah wong dosen gitu smua d kampus ane....
Salah satu inti Tauhid adalah kufur bit thaghut. Kufur bit Thaghut datang dari pengingkaran dan itu berarti menolak dan mengingkari semua yang diibadahi selain Allah.
 bukti atas ini adalah ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
"Siapa saja yang mengucapkan tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta'ala; maka darah dan hartanya terlindungi serta perhitungannya adalah dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. Muslim, Tabarani)
Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah menjelaskan 'tidak ada Tuhan yang berhak disembah' dan kemudian mengulang lagi dengan mengatakan "...menolak dan mengingkari semua yang diibadahi selain Allah Subhanahu wa Ta'ala", maka mengapa itu disebutkan dua kali? Ini karena itu menunjukkan penting dan berartinya masalah ini, sebagai contoh, sebagian mungkin berkata bahwa mereka beriman kepada Allah tetapi mungkin belum benar-benar memahaminya, selanjutnya penetapan pentingnya iman seseorang belum sempurna sampai dia kufur bit thaghut.
Maka ketika Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata mendeklarasikan keingkarannya itu berarti mendeklarasikan kufur kepada Thaghut, Ibnu Taimiyah berkata,
"Seseorang tidak bisa menjadi Muwahidin kecuali dengan menolak Asy Syirik dan mendeklarasikan bara'ah kepadanya juga mendeklarasikan Takfir kepada siapa saja yang terlibat dalam syirik."
Adalah perkara yang mudah bagi manusia untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, jika kita memerintahkan masyarakat untuk beribadah kepada Allah mereka akan dengan mudah melaksanakannya, tetapi di sisi lain sangat sulit untuk menolak dan mengingkari Thaghut, selanjutnya menjadi perkara yang sangat penting untuk mengetahui bahwa seorang Muslim tidak bisa mempunyai kufur dan iman pada saat yang sama. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
"Iman dan kufur tidak bisa ada bersamaan dalam hati seseorang." (Silsalat Us Sahiha Syekh Al Bani No 1050)
Pada masalah ini seseorang mungkin bertanya, sekarang kita mengetahui apa itu Thaghut, terus bagaimana kita ambil bagian dalam kufur bit thaghut?
Sebagaimana kita mengatakan iman adalah di dalam hati, lisan dan perbuatan, sama halnya kita harus ambil bagian dalam kufur bit Thaghut dengan hati, lisan dan perbuatan.
Ada Muslim yang melakukan syirik dan tidak menolak, mengingkari Thaghut, sebagian dari kita mungkin menemukan mereka berdo'a kepada kuburan atau meninggikan kedudukan seseorang seperti Nabi, dan lainnya, kita mungkin mendengar seruan orang-orang untuk menaati hukum buatan manusia dan berpartisipasi dalam pemilu, dan sebagian dari kita melihat ada yang bersekutu dan membantu musuh-musuh Allah di Iraq dan Afghanistan memerangi Muslim, tetapi Allah akan menggolongkan mereka sebagai orang-orang kafir walaupun jika mereka juga menyibukkan diri dalam shalat, puasa dan haji.
Orang-orang Pagan Quraisy adalah orang-orang yang menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala, tetapi Allah mencap mereka sebagai orang-orang Kafir karena mereka telah gagal untuk menolak dan kufur kepada Thaghut dengan hati, lisan dan perbuatan. Lebih lanjut, jika seseorang mengabaikan kufur bit Thaghut dari apa yang dirahasiakan dan dilahirkan, imannya tidak sempurna dan berapa banyak orang-orang di masa lalu dan sekarang beribadah kepada Allah tetapi gagal untuk menolak dan mengingkari semua yang diibadahi selain Allah? Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah"," (QS Al Ankabut, 29: 63)
Kufur Bit Thaghut dengan Hati
Mengingkari dengan hati adalah membenci dan memusuhi thaghut, tergantung, apakah bisa mempunyai kemampuan (mengingkari thaghut) secara fisik atau tidak, karena mengabaikan menolak thaghut dengan hati mengindikasikan hilangnya iman dari hati. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
"Tidak ada sisa iman diluar ini (membenci kemunkaran dengan hati)." (HR. Bukhari dan Ibnu Majah)
Ini menggambarkan hati itu tidak bisa ditekan dengan paksaan, maka jika kita tidak membencinya dalam hati maka kebalikannya adalah bahwa kita senang dangannya. Sebagai tambahan disini bahwa mengingkari dengan hati membutuhkan seseorang menjadi absent (tidak hadir dan tidak mendukung) dari kancah kemunkaran dan dalam kasus penguasa murtad yang ada, itu berarti manjauhi mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut..." (QS An Nahl, 16: 36)
Kufur Bit Thaghut dengan Perkataan
Kita harus kufur bit thaghut dengan lidah di depan pemimpin thaghut, menjelaskannya, memperingati orang-orang dari mereka. Kita berada pada Millah Ibrahim as. dan siapa saja yang tidak mengikuti Milah Ibrahim as. menjadi tidak berarti dan membodohi dirinya sendiri. Millatul Ibrahim berbicara kepada orang-orang secara terang-terangan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja..." (QS Al Mumtahanah, 60 : 4)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
"Salah satu dan sebaik-baik bentuk Jihad adalah menyampaikan kebenaran dihadapan penguasa zalim." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Mu'awiyah bin Hayda yang berkata,
"Aku berkata kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, 'Yaa Nabi Allah! Apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala telah sampaikan ke kamu untuk kami?' Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab, 'Islam'. Aku berkata, 'Apa tanda-tanda Islam?' beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab, 'ucapkan: Aku mengabdikan diriku kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan aku telah meninggalkan sesuatu yang lain; melaksanakan shalat membayar zakat; seorang Muslim kepada Muslim lainnya adalah suci; dan mereka saling menolong satu dengan lainnya..." (Sunan An Nisa'i, Hadits No. 2408)
Sebuah tanda dari seseorang dalam Islam adalah bahwa dia membicarakan keimanannya, dan ini adalah sebenar-benarnya pengertian Islam. Seseorang dalam Islam harus menolak thaghut dengan lisan dan mendeklarasikan bara' dan melakukan Takfir kepada orang-orang yang Kafir dan yang terlibat dalam syirik.
Juga sebagai tambahan bahwa 'Siapa saja yang tidak mentakfir orang-orang kafir, maka dia Kafir.'
Sebagian orang mungkin mengatakan kita berada dalam masa lemah?
Tidak ada keraguan kita berada dalam kondisi yang lemah, maka seseorang yang tidak mampu diringankan tetapi seseorang yang tidak lemah dan bisa berbicara tidak ada keringanan. Mungkin, tidak realistis untuk pergi ke Istana Thaghut, tetapi kita bisa berbicara dan memperingati teman, keluarga dan lainnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
"Jika aku menginstruksikan kalian melakukan sesuatu, maka lakukanlah sebisa kalian." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kufur Bit Thaghut Dengan Perbuatan
Jika seseorang mengatakan dia melakukan Kufur Bit Thaghut dengan hati dan lisan, tidak berarti apa-apa karena dia harus datang dengan hati, lisan dan perbuatan. Kufur bit Thaghut dalam perbuatan berarti memerangi mereka dan tidak bersekutu juga mendukung mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"...perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu..." (QS At Taubah, 9: 12)
"Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah (kufur) lagi dan (sehingga semua) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah..." (QS Al Baqarah, 2: 193)
Iman kita kepada Allah tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sampai kita menolak dan kufur kepada Thaghut dengan hati, lisan dan perbuatan,karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al Baqarah, 2: 256)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tausyiah singkat Gus Rajih maimun 'Pentingnya mengenang Ulama'

Pengajian Umum Gus Yusuf Chudlori di Pondok Pesantren Al Hasyimi Kedungw...

kursus berperkara sdviokas