Langsung ke konten utama

Wayang

Wayang adalah literature seni pertunjukan asli Indonesia yang menuai perkembangan pesat di pulau Jawa dan Bali. Bahkan sebagian daerah, seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya juga memiliki budaya wayang. Semua itu, terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu. Dalam buku ini berisi tokoh tokoh wayang yang popular di Indonesia, mulai dari tokoh Satria hingga tokoh Raksasa.
Tokoh Satria
  1. Bima (Werkudara)
Bima merupakan anak kedua dari Prabu Pandu Dewanata dan Kunti. Nama lain Werkudara yaitu Bratasena, Bimasena, Haryasena. Berkediaman di Jodipati. Bima mempunyai pusaka bernama Kuku Pancanaka.
  1. Arjuna
Ia adalah putra Prabu Pandu Dewanata dan Kunti. Nama lainnya Janaka, Permadi, Danajaya. Arjuna termasuk satria dari Madukara.
  1. Dursasana
Dursasana berasal dari kata “dur” dan “sasana” yang berarti selalu berbuat jahat dimanapun tempatnya. Ia adalah putra kedua dari Prabu Destarata dan Dewi Gandari. Dursasana memiliki kesatrian di Banjarjunut.
  1. Nakula-Sadewa
Nakula Sadewa adalah satria kembar, putra dari Pandu Dewanata dan Dewi Madrim.  Mereka mempunyai watak, wajah, dan sifat yang sama. yaitu membela kebenaran.
  1. Antareja
Antareja merupakan putra dari Werkudara dan Dewi Nagagini. Ia berkulit Napakawaca, sehingga kebal terhadap senjata. Antareja tidak ada dalam Mahabharata.
  1. Gatotkaca
Gatotkaca adalah satria Pringgadani, putra pasangan Werkudara dan Dewi Arimbi. Nama lainnya yaitu Bambang Tutuka, Kacanegara, Senaputra, Bimasuta, Krincing Wesi. Gatotkaca terkenal dengan satria “otot kawat balung wesi”.
  1. Antasena
Antasena merupakan putra dari Bima. Salah satu dari lima satria Padawa. Ia memiliki kesaktian berupa sungut sakti. Antasena mampu hidup di darat dan di dalam air.
  1. Abimanyu
Abimanyu merupakan putra dari Arjuna dan Subadra. Nama lainnya yaitu Angkawijaya dan Jayamurcita.
  1. Irawan
Tokoh Irawan juga dikenal dalam pewayangan Jawa dengan sebutan Bambang Irawan. Tempat tinggalnya bernama Ksatria Nrancang Kencana.
  1. Wibisana
Wibisana merupakan putra dari Begawan Wisrawa dan Sukesi. Tempat tinggalnya bersama Ksatria Parangkuntara.
  1. Ramawijaya
Ramawijaya merupakan seorang satria yang pandai berperang. Ia tangkas menggunakan senjata, terutama panah.
  1. Dasamuka
Dasamuka adalah Rahwana. Putra Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi.
  1. Destarata
Destarata bermata buta. Ia putra dari Begawan Abiyasa dan Dewi Ambika.
  1. Subali dan Sugriwa
Subali dan Sugriwa merupakan kakak beradik putra Resi Gotama dan Dewi Indradi. mereka adalah kera.
  1. Duryudana
Tubuh Duryudana dikatakan terbuat dari petir, membuat ia sangat kuat.
  1. Kresna
Kresna saat muda bernama Narayana. Ia adalah putra Prabu Basudewa, raja di Mandura. Prabu Kresna bisa bertiwikrama (berubah menjadi raksasa maha besar)

Tokoh Resi
  1. Anoman
Anoman merupakan putra Dewi Anjani. Ia merupakan sesosok kera putih. Memiliki kuku pancanaka dan berkaki kera.
  1. Bisma
Bisma merupakan putra Prabu Sentanu dan Dewi Gangga. Julukan lainnya yaitu Dewabrata.
  1. Durna

Tokoh Dewa
  1. Sanghyang Tunggal
Ia adalah putra Sanghyang Wenang dan Dewi Sahoti. Kerajaannya berada di Kahyangan alang-alang Kumitir.
  1. Sanghyang Wenang
Ia adalah putra dari Sanghyang Nurasa dan Dewi Sarwati.
  1. Batara Narada
  2. Batara Guru
Batara Guru merupakan putra Sanghyang Tunggal. Wayang Batara Guru beroman tiga macam.
  1. Dewa Ruci
Dewa Ruci adalah seorang dewa bertubuh kecil tapi mempunyai suara besar. Kerajaannya berada ditengah samudera.
  1. Batara Indra
  2. Batara Surya
  3. Batara Wisnu
  4. Sanghyang Nagaraja
  5. Lembu Andini
  6. Batara Ganesa

Tokoh Putri
  1. Sinta
  2. Kunti
  3. Drupadi
  4. Sumbadra
  5. Srikandi

Tokoh Abdi
  1. Semar
  2. Gareng
  3. Petruk
  4. Bagong

Tokoh Raksasa
  1. Kumbakarna
Kumbakarna adalah anak kedua dari Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi. Kumbakarna berarti bertelinga kendi.
  1. Sukasrana
Sukasrana berwujud buta bajang (raksasa kecil) namun ia sangat sakti dan mempunyai cinta kasih yang luar biasa terhadap saudara tuanya (Sumantri)
  1. Kalabendana
Wujud Kalabendana seperti raksasa. Memiliki watak jujur, berbudi baik, meskipun tidak pandai, sedangkan saat berkata suaranya gagu “cedhal”
  1. Cakil
Cakil berwujud raksasa. Biasanya cakil keluar memerangi dan menghalangi ksatria yang akan melaksanakan tugas utama.
Gaya bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami. Walaupun wayang kental dengan budaya jawa, namun dalam buku ini bahasa tetap dikemas menggunakan bahasa Indonesia. Sehingga dapat dipahami oleh pembaca yang tidak memahami bahasa jawa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tausyiah singkat Gus Rajih maimun 'Pentingnya mengenang Ulama'

Pengajian Umum Gus Yusuf Chudlori di Pondok Pesantren Al Hasyimi Kedungw...

kursus berperkara sdviokas