Langsung ke konten utama

Variable

1. Diskusikan karakteristik dan beri contoh dari macam – macam konsep!
Jawab :
Konsep dibedakan kedalam 2 macam :
a. Atribut(attribute). contohnya Gender, Agama, Mata pencaharian, Suku dan sebagainya.
b. Peubah(Variable). Contohnya Konsep yang berupa peubah antara lain : Kewanitaan, Keislaman, Kekristenan, Kejawaan, Laba, Keresikoan, Pendapatan, Usia, dan sebagaianya.
Karakteristiknya
A. Atribut(attribute) konsep ini mengandung kategori – kategori dari ciri – ciri khas, angka yang diberikan pada setiap kategori hanya memiliki fungsi sebagai tanda jati diri bukan nilai.
B. Peubah(variable) konsep ini mengandung rentangan nilai dari ciri khas yang dapat dinyatakan secara kualitatif dan kuantitatif, angka yang diberikan dapat berarti : Posisi relatif dari suatu rentangan nilai atau besaran dari nilai itu sendiri, ada berbagai pembedaan variable.

2. Anda diminta memberi klasifikasi peubah(variable)!
Jawab :Peubah dapat dibedakan kedalam :
1. Peubah kuantitatif : Memiliki besaran nilai atau interval dari peubah tersebut terdiri atas nilai.
2. Peubah kualitatif :Memiliki kategori – kategori discrete, lazimnya dinyatakan dengan kata atau lable, dan beda antar kategorinya bukanlah angka melainkan kandungan ciri – cirinya yang spesifik.
3. Peubah Flow : Nilai berubah cepat dalam jangka pendek
4. Peubah Stock : NIlai berubah lambat dalam jangka waktu panjang.
5. PEubah constant : Nilai hanya berubah dalam jangka waktu yang sangat panjang dan penyebab perubahan tidak diketahui.

3. Apa yang anda ketahui tentang aras ukuran konsep? Jelaskanlah karateristik dari setiap aras ukuran konsep tersebut!
Jawab :
Aras ukuran konsep : Nominal, Ordinal, Interval, dan Rasio.
– Nominal : Mengidentifikasi kategori – kategori dari karakteristik khas yang dikandung sebuah konsep sehingga dapat dibedakan ada atau tidaknya kategori dari karakeristik itu. kategori – kategori itu besifat exhautive dan exclusive.
– Ordinal : Memberi kemungkinan perbandingan antar nilai atau kategori – kategori yang dikandung melalui pernyataan – pernyataan yang menunjuk lebih atau kurang. Jadi karakteristik khas yang dikandung konsep bukan hanya dapat dikenali, tetap juga disusun secara kualitatif. Besarannya secara kuantitatif belum dapat ditentukan.
– Interval : Memberi kemungkinan tidak hanya menyusun kategori – kategori yang dikandung konsep, tetapi juga menunjuk jarak relatif antara setiap pasang kategori – kategori tersebut.
– Rasio : Sebuah konsep dengan asra ukuran rasioselaian memiliki semua ciri yang dikandung oleh konsep beraras ukuran nominal, ordinal, dan interval memiliki juga titik nol absolut.

4. Dapatkah setiap konsep diubah aras ukurannya? Jelaskan apa yang anda ketahui tentang pengubahan aras ukuran konsep!
Jawab :Tentu. pengubahan aras ukuran konsep ditentukan oleh kandungan informsi dari setiap aras ukuran konsep itu. Misalnya, konsep yang mulanya terukur pada asras interval, dapat diubah aras ukurannya menjadi ordinal dan kemudian menjadi beraras nominal.

5. Diskusikanlah keterkaitan antara macam konsep, aras ukuran konsep,analisis statistik dan arah pengubahan aras ukuran konsep. Buatlah bagan yang meringkas uraian anda?
Jawab:Bagan
bagan bb.jpg

6. Kandungan informasi apakah yang dimiliki setiap aras ukuran konsep? Beri contoh – contoh!
Jawab :Pada aras nominal dan aras ordinal tidak ada kegiatan perhitungan yang dapat dibuat. Pada aras ukuran interval jarak antara setiap pasang kategori diketahui dan karena itu titik-titik yang mewakili setiap kategori dapat ditambahkan dan dikurangkan satu terhadap yang lain. Dalam aras ukuran ratio setiap titik yang mewakili kategori dapat juga dilaukuakn perkalian dan pembagian satu dengan yang lain.
Lazimnya aras ukuran interval dan ratio disebut juga aras ukuran cardinal dan karena itu perbedaan diantara keduanya sering dipandang sebagai pembedaan akademik belaka

7. Apa yang anda ketahui tentang konsep yang unidimensional dan konsep 
multidimensional? Beri contoh-contoh!
Jawab:

Konsep unidimensional dengan aras abstrak rendahan dan karena itu dapat langsung diukur dengan indikator empirik.


Konsep multidimensional harus terlebih dahulu diurai ke dalam matra_matranya. setiap matra tersebut menjadi sub konsep yang berada pada aras abstrak yang lebih rendah. sub konsep inilah yang bermatra tunggal dan pada gilirannya dapat secara langsung diukur melalui indikator empirik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Kairo Sowan ke Mbah Maimun Zubaer, Ulama Nusantara

Tausyiah singkat Gus Rajih maimun 'Pentingnya mengenang Ulama'

Pengajian Umum Gus Yusuf Chudlori di Pondok Pesantren Al Hasyimi Kedungw...