Langsung ke konten utama

damas sasangko Pelangui untuk mama

bukan pos biasa
Hi,

Dasril baru saja menulis komentar pada post anda pemikiran heming. 

Untuk melihat komentar anda dapat mengakses halaman dibawah

29 November 2016. Mama Dea memutuskan pergi ke minimarket lantai bawah rumah sakit. Meninggalkan Dea yang masih di kasur tamu. “Dea, mama pergi dulu ya? Tidurlah yang nyenyak,”Ucap Mama Dea sambil mengecup dahi Dea. Kemudian, mengambil payung karena sedang hujan rintik tertutuplah pintu kamar inap Dea.
Dea serasa tak mampu bergerak, ia ingin mengambil amplop pelangi yang ia buat 2 hari yang lalu di atas laci dekat kasurnya. Dea berhasil menggampai amplop itu, dan ia pegang erat erat. Ia menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Dan kebetulan, mama pulang dari minimarket. “Dea? Dea? Dea ambil apa?”tanya mama. “Dea.. ambil.. ini..”Omongan Dea terbata-bata karena
sambil membenarkan tidurnya. “Mama panggil dokter ya?!”Panik mama. “Nggak ma, Dea mau bilang.. mama adalah wanita yang istimewa, mama cantik seperti pelangi ya? Indah. Sangat Indah. Sangat..”Perlahan lahan Dea semakin lirih matanya seperti memejamkan mata. “Dea? Dea? Dea? Dea? Dea?!”Teriak mama. Saat itu juga suster dan dokter bersamaan sigap masuk kamarku menolongku.
Mama Dea masih tersedu melihat makam Dea. Ia masih tidak menyangka Dea menggalkan Rena sendirian. Sita, sahabat mama, sekaligus mama sahabat Dea, Karin, memeluk Rena dengan kuat seakan akan menyalurkan kekuatan pada Rena agar tetap kuat mengahadapinya. Rena masih dengan kuat menggenggam amplop pelangi terakhir dari Dea. Ia berniat untuk membuka amplop itu. Dengan perlahan-lahan dibukanya amplop itu dan diambilkannya kertas didalam amplop itu.
“Karena orang yang menemaniku saat terakhir, dia ada namun tak terlihat, yaitu Papa. Dia pasti menjagaku dimanapun, walau aku tak tahu ia dimana. Dan ada disaat terakhir dia tampak indah namun sekejap, itu Mama. Tampak cantik namun sebentar karena mataku memaksaku untuk tidur selamanya,” –Dea Arletta
Rena seketika teringat percakapannya kemarin
“Dea? Mama dapat gambar pelangi lagi. Memang apa artinya pelangi di dalam hidup Dea?”
“Pelangi itu istimewa! Dia muncul diakhir hujan, dia ada namun tak terlihat. Dia muncul diakhir hujan, dia tampak indah namun sekejap!” “selain itu pelangi juga mewakili kebahagiaan”.
Dan disitulah pelangi muncul setelah hujan pagi tadi.
“Mama, aku bentar lagi bakal lewat jalan pelangi ma!”
“Ma! Aku ingin mama liat pelangi yang indah! Mama tunggu ya? Tunggu Dea lewat jalan itu,”
“Tunggu aja ma,”
Rena yang menyaksikan tersenyum. “Tenang disana ya putri pelangiku,” sambil memandangi pelangi.
Madrasahku, 05-10-2018 didik sholikul

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tausyiah singkat Gus Rajih maimun 'Pentingnya mengenang Ulama'

Pengajian Umum Gus Yusuf Chudlori di Pondok Pesantren Al Hasyimi Kedungw...

kursus berperkara sdviokas