Langsung ke konten utama

Noken

noken ,Sekarang kelas Matematika, tapi guru sedang mengajar di kelas sebelah. Jadi kami tunggu saja.”
***
“Kamu tidak sekolah?”
“Tidak” (tersenyum)
“Kenapa tidak?”
“hari ini sa bantu Om bawa perahu. Bawa orang-orang sebrangi Sungai Waim”. (semacam ojek perahu)


“Sebelum di Fakfak, sa su keliling Indonesia. Sumatra, Jawa, Kalimantan… Sa lihat banyak hutan berubah jadi sawit. Kalau sa lebih baik jadi petani pala daripada PNS atau petani sawit. Kalau PNS pensiun, gajinya turun. Kalau bertani pala, makin tua makin banyak hasilnya. Kalau Sawit itu…enak di telinga, tapi lapar di perut.”
Noken itu tas, yang digunakan oleh perempuan Papua untuk membawa hasil tanah, makanan, barang-barang, bisa juga digunakan untuk menggendong bayi. Karena itu, arti noken untuk Papua lebih dari itu. Noken adalah simbol kesuburan, kehidupan, dan identitas orang Papua.

Dalam hal ini, digunakan untuk menampung cerita :)

Berdasarkan survei Change.org dan LIPI, cukup jelas bahwa orang Indonesia peduli pada Papua. Namun banyak yang belum paham bagaimana kehidupan asli di sana, di luar dari yang kita baca di media tiap harinya.

Kali ini, Change.org bekerjasama dengan Auriga (organisasi lingkungan hidup) untuk mengangkat cerita-cerita ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Kairo Sowan ke Mbah Maimun Zubaer, Ulama Nusantara

Tausyiah singkat Gus Rajih maimun 'Pentingnya mengenang Ulama'

Pengajian Umum Gus Yusuf Chudlori di Pondok Pesantren Al Hasyimi Kedungw...