bapa
karya Marga Tjoa:
Nomor |
Judul |
Tahun Terbit |
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 |
Sekuntum Nozomi (buku satu hingga kelima) Dibakar Malu dan Rindu Dipalu Kecewa dan Putus Asa Amulet dari Nubia Dicabik Benci dan Cinta Didera Sesal dan Duka Matahari Tengah Malam Melodi Sebuah Rosetta Dikejar Bayang-bayang Sepagi Itu Kita Berpisah Rintihan Pilu Kalbuku Seribu Tahun Kumenanti Berkerudung Awan Mendung Sonata Masa Lalu Bukan Impian Semusim Namamu Terukir di Hatiku Istana di Kaki Langit Petromarin Waikiki Aloha: kumpulan satir Kobra Papageno: Manusia Asap dari Pattaya Kobra Papageno: Rahasia Kuil Ular Di Hatimu Aku Berlabuh (1988) Ketika Lonceng Berdentang: cerita misteri Kishi: buku kedua trilogi Batas Masa Silam: Balada Sungai Musi Oteba: buku ketiga trilogi Ranjau-ranjau Cinta Sekali dalam 100 tahun: kumpulan satir Tesa Sembilu Bermata Dua Setangkai Edelweiss Untukmu Nana Saskia: sebuah trilogi Bukit Gundaling Rahasia Dokter Sabara Saga Merah Fatamorgana Monik: sekumpulan cerpen Sebuah Ilusi Lagu Cinta: kumpulan cerpen Sepotong Hati Tua Bukan Impian Semusim Gema Sebuah Hati Badai Pasti Berlalu Karmila Rumahku adalah Istanaku |
ternyata digemari pembaca dan juga menarik perhatian dunia sastra Indonesia. Diterbitkan sebagai novel, Badai Pasti Berlalu laris terjual
mencapai 24.000 eksemplar.
mencapai 24.000 eksemplar.
3. Nh.
Dini
Dini
Peraih penghargaan SEA Write Award dibidang
sastra dari Pemerintah Thailand ini sudah
telanjur dicap sebagai sastrawan di Indonesia, padahal ia sendiri mengaku
hanyalah seorang pengarang yang menuangkan realita kehidupan, pengalaman
pribadi dan kepekaan terhadap lingkungan ke dalam setiap tulisannya. Ia
digelari pengarang sastra feminis. Pendiri Pondok Baca NH Dini di Sekayu,
Semarang ini sudah melahirkan puluhan karya.
sastra dari Pemerintah Thailand ini sudah
telanjur dicap sebagai sastrawan di Indonesia, padahal ia sendiri mengaku
hanyalah seorang pengarang yang menuangkan realita kehidupan, pengalaman
pribadi dan kepekaan terhadap lingkungan ke dalam setiap tulisannya. Ia
digelari pengarang sastra feminis. Pendiri Pondok Baca NH Dini di Sekayu,
Semarang ini sudah melahirkan puluhan karya.
Beberapa karya Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin yang dikenal dengan nama
NH Dini, ini yang terkenal, di antaranya Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977),
Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), belum termasuk karya-karyanya dalam
bentuk kumpulan cerpen, novelet, atau cerita kenangan. Hingga kini, ia telah menulis lebih dari
20 buku. Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita.
NH Dini, ini yang terkenal, di antaranya Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977),
Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), belum termasuk karya-karyanya dalam
bentuk kumpulan cerpen, novelet, atau cerita kenangan. Hingga kini, ia telah menulis lebih dari
20 buku. Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita.
4. Mira
Widjaja
Widjaja
Novel Mira Widjaja yang
paling terkenal berjudul “di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi” yang diterbitkan pada tahun 1980. Ia terus menghasilkan karya, berkiblat
pada penulis-penulis seperti Nh. Dini, Agatha
Christie, Y. B.
Mangunwijaya dan Harold Robbins. Mira, bersama dengan
Marga T, dianggap sebagai pelopor penulis keturunan
Tionghoa di Indonesia, menjadi inspirasi bagi penulis-penulis berikutnya
seperti Clara Ng.
paling terkenal berjudul “di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi” yang diterbitkan pada tahun 1980. Ia terus menghasilkan karya, berkiblat
pada penulis-penulis seperti Nh. Dini, Agatha
Christie, Y. B.
Mangunwijaya dan Harold Robbins. Mira, bersama dengan
Marga T, dianggap sebagai pelopor penulis keturunan
Tionghoa di Indonesia, menjadi inspirasi bagi penulis-penulis berikutnya
seperti Clara Ng.
Hingga tahun 1995, Mira telah menerbitkan lebih dari 40 novel, kebanyakan
di antaranya telah diangkat menjadi film dan sinetron, termasuk Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi, Ketika Cinta Harus
Memilih, dan Permainan Bulan Desember.
di antaranya telah diangkat menjadi film dan sinetron, termasuk Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi, Ketika Cinta Harus
Memilih, dan Permainan Bulan Desember.
5. Ahmadun Yosi Herfanda
Karya-karya Ahmadun dipublikasikan di berbagai media sastra dan antologi
puisi yang terbit di dalam dan luar negeri, antara lain, Horison, Ulumul Qur'an, Kompas, Media
Indonesia, Republika, Bahana (Brunei), antologi puisi Secreets Need Words (Ohio University, A.S., 2001), Waves of Wonder (The International
Library of Poetry, Maryland, A.S., 2002), jurnal Indonesia and The Malay World
(London, Inggris, November 1998), The Poets’ Chant (The Literary
Section, Committee of The Istiqlal Festival II, Jakarta, 1995).
puisi yang terbit di dalam dan luar negeri, antara lain, Horison, Ulumul Qur'an, Kompas, Media
Indonesia, Republika, Bahana (Brunei), antologi puisi Secreets Need Words (Ohio University, A.S., 2001), Waves of Wonder (The International
Library of Poetry, Maryland, A.S., 2002), jurnal Indonesia and The Malay World
(London, Inggris, November 1998), The Poets’ Chant (The Literary
Section, Committee of The Istiqlal Festival II, Jakarta, 1995).
Beberapa kali sajak-sajaknya dibahas dalam "Sajak-Sajak Bulan Ini
Radio Suara Jerman" (Deutsche Welle). Cerpennya, Sebutir Kepala dan
Seekor Kucing, memenangkan satu di antara penghargaan dalam Sayembara Cerpen Kincir Emas
1988 Radio Nederland (Belanda) dan dibukukan dalam Paradoks Kilas Balik (Radio
Nederland, 1989). Tahun 1997 ia meraih penghargaan tertinggi dalam Peraduan
Puisi Islam MABIMS (forum informal Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia,
dan Singapura).
Radio Suara Jerman" (Deutsche Welle). Cerpennya, Sebutir Kepala dan
Seekor Kucing, memenangkan satu di antara penghargaan dalam Sayembara Cerpen Kincir Emas
1988 Radio Nederland (Belanda) dan dibukukan dalam Paradoks Kilas Balik (Radio
Nederland, 1989). Tahun 1997 ia meraih penghargaan tertinggi dalam Peraduan
Puisi Islam MABIMS (forum informal Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia,
dan Singapura).
Beberapa buku karya Ahmadun yang telah terbit
sejak dasawarsa 1980-an, antara lain:
sejak dasawarsa 1980-an, antara lain:
a) Ladang Hijau (Eska Publishing, 1980),
b) Sang Matahari (kumpulan puisi, bersama Ragil Suwarna
Pragolapati, Nusa Indah, Ende, 1984),
Pragolapati, Nusa Indah, Ende, 1984),
c) Syair Istirah (bersama Emha Ainun Nadjib dan Suminto A. Sayuti,
Masyarakat Poetika Indonesia, 1986).
Masyarakat Poetika Indonesia, 1986).
d) Sajak Penari (kumpulan puisi, Masyarakat Poetika Indonesia,
1990),
1990),
f) Fragmen-fragmen Kekalahan (kumpulan sajak, Forum Sastra Bandung, 1997),
g) Sembahyang Rumputan (kumpulan puisi, Bentang Budaya, 1997),
h) Ciuman Pertama untuk Tuhan (kumpulan puisi, bilingual, Logung
Pustaka, 2004),
Pustaka, 2004),
i) Sebutir Kepala dan Seekor Kucing (kumpulan cerpen, Bening Publishing,
2004),
2004),
j) Badai Laut Biru (kumpulan cerpen, Senayan Abadi Publishing,
2004),
2004),
k) The Warshipping Grass (kumpulan puisi bilingual, Bening Publishing,
2005),
2005),
l) Resonansi Indonesia (kumpulan sajak sosial, Jakarta
Publishing House, 2006),
Publishing House, 2006),
m) Koridor yang Terbelah (kumpulan esei sastra, Jakarta Publishing House, 2006).
n) Yang Muda yang Membaca (buku esai panjang, Kemenegpora RI, 2009).
o) Sajadah Kata (kumpulan puisi, Pustaka Littera, 2013).
F. Kualitas Sastra Angkatan 80-an
Setiap angkatan karya sastra pasti memiliki kelebihan dan
kekurangan, seperti padaa ngkatan 80-an.
kekurangan, seperti padaa ngkatan 80-an.
a. Kelebihan karya sastra angkatan
80-an:
80-an:
1) Memiliki wawasan
estetik yang luas;
estetik yang luas;
2) bertema tentang roman percintaan dan kisah kehidupan ini pun didasari oleh kemajuan ekonomi
dan hidup yang indah bagi masyarakat sehingga memberi kesan kebahagiaan
bagi pembacanya;
dan hidup yang indah bagi masyarakat sehingga memberi kesan kebahagiaan
bagi pembacanya;
3) menekankan pada pemikiran
dan cara penyampaian dalam karya sastra;
dan cara penyampaian dalam karya sastra;
4) periode 80-an ini merupakan sastra yang dinamik yang bergerak bersama
masyarakat Indonesia untuk menuju kehidupannya yang baru dengan wawasan
konstitusional;
masyarakat Indonesia untuk menuju kehidupannya yang baru dengan wawasan
konstitusional;
5) para sastrawan mengikuti perkembangan jaman yang dituntut adanya keberanian
dan kreativitas untuk berkarya;
dan kreativitas untuk berkarya;
6) periode 80-an ini karya
sastra film juga berkembang pesat
dan;
sastra film juga berkembang pesat
dan;
7) karyasastraera 1980-an ini juga tumbuh sastra yang
beraliran pop.
beraliran pop.
b. Kekurangan karya sastra angkatan 80-an:
1) Karya sastra angkatan 80-an diwarnai dengan
aturan-aturan yang ketat dan dipengaruhi oleh kegiatan politik;
aturan-aturan yang ketat dan dipengaruhi oleh kegiatan politik;
2) karya sastra yang lahir pada tahun 80-an
dipengaruhi proses depolitisasi;
dipengaruhi proses depolitisasi;
3) sastra yang muncul jadi tidak sesuai dengan
realitas sosial politik serta tidak menunjukkan kegelisahan dan kesakitan
kolektif masyarakat pada masa itu.
realitas sosial politik serta tidak menunjukkan kegelisahan dan kesakitan
kolektif masyarakat pada masa itu.
DAFTAR PUSTAKA
Arasy,
Bernika Nur. 2008. “Perbedaan antara Sastra Pop dengan Sastra Nonpop.”
(Online). (http://arasshehe.blogspot.com/2011/03/perbedaan-antara-sastra-pop-dengan.html, diakses 24
Februari 2014).
Bernika Nur. 2008. “Perbedaan antara Sastra Pop dengan Sastra Nonpop.”
(Online). (http://arasshehe.blogspot.com/2011/03/perbedaan-antara-sastra-pop-dengan.html, diakses 24
Februari 2014).
Budiawan, Agus. 2009.
“Persinggungan Sastra Pop dan Nonpop.” (Online). (http://agusbudiawan.wordpress.com/2013/08/24/persinggungan-sastra-pop-dan-non-pop, diakses 24
Februari 2014).
“Persinggungan Sastra Pop dan Nonpop.” (Online). (http://agusbudiawan.wordpress.com/2013/08/24/persinggungan-sastra-pop-dan-non-pop, diakses 24
Februari 2014).
Komentar
Posting Komentar