Langsung ke konten utama

Melepaskan untuk Ikhlas ||9

bapa







karya Marga Tjoa:

Nomor

Judul

Tahun Terbit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46

Sekuntum Nozomi
(buku satu hingga kelima)
Dibakar Malu dan
Rindu
Dipalu Kecewa
dan Putus Asa
Amulet dari
Nubia
Dicabik Benci
dan Cinta
Didera Sesal dan
Duka
Matahari Tengah
Malam
Melodi Sebuah
Rosetta
Dikejar
Bayang-bayang
Sepagi Itu Kita
Berpisah
Rintihan Pilu
Kalbuku
Seribu Tahun
Kumenanti
Berkerudung Awan
Mendung
Sonata Masa Lalu
Bukan Impian
Semusim
Namamu Terukir
di Hatiku
Istana di Kaki
Langit
Petromarin
Waikiki Aloha:
kumpulan satir
Kobra Papageno:
Manusia Asap dari Pattaya
Kobra Papageno:
Rahasia Kuil Ular
Di Hatimu Aku
Berlabuh (1988)
Ketika Lonceng
Berdentang: cerita misteri
Kishi: buku
kedua trilogi
Batas Masa
Silam: Balada Sungai Musi
Oteba: buku
ketiga trilogi
Ranjau-ranjau
Cinta
Sekali dalam 100
tahun: kumpulan satir
Tesa
Sembilu Bermata
Dua
Setangkai
Edelweiss
Untukmu Nana
Saskia: sebuah
trilogi
Bukit Gundaling
Rahasia Dokter
Sabara
Saga Merah
Fatamorgana
Monik:
sekumpulan cerpen
Sebuah Ilusi
Lagu Cinta:
kumpulan cerpen
Sepotong Hati
Tua
Bukan Impian Semusim
Gema Sebuah Hati
Badai Pasti
Berlalu
Karmila
Rumahku adalah
Istanaku






ternyata digemari pembaca dan juga menarik perhatian dunia sastra Indonesia. Diterbitkan sebagai novel, Badai Pasti Berlalu laris terjual
mencapai 24.000 eksemplar.
3.    Nh.
Dini
Peraih penghargaan SEA Write Award dibidang
sastra dari Pemerintah Thailand ini sudah
telanjur dicap sebagai sastrawan di Indonesia, padahal ia sendiri mengaku
hanyalah seorang pengarang yang menuangkan realita kehidupan, pengalaman
pribadi dan kepekaan terhadap lingkungan ke dalam setiap tulisannya. Ia
digelari pengarang sastra feminis. Pendiri Pondok Baca NH Dini di Sekayu,
Semarang ini sudah melahirkan puluhan karya.
Beberapa karya Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin yang dikenal dengan nama
NH Dini, ini yang terkenal, di antaranya
Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977),
Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), belum termasuk karya-karyanya dalam
bentuk kumpulan cerpen, novelet, atau cerita kenangan.
Hingga kini, ia telah menulis lebih dari
20 buku. Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita.
4.    Mira
Widja
ja
Novel Mira Widjaja yang
paling terkenal
berjudul “di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi” yang diterbitkan pada tahun 1980. Ia terus menghasilkan karya, berkiblat
pada penulis-penulis seperti
Nh. Dini, Agatha
Christie
, Y. B.
Mangunwijaya
dan Harold Robbins. Mira, bersama dengan
Marga T, dianggap sebagai pelopor penulis keturunan
Tionghoa di Indonesia, menjadi inspirasi bagi penulis-penulis berikutnya
seperti
Clara Ng.
Hingga tahun 1995, Mira telah menerbitkan lebih dari 40 novel, kebanyakan
di antaranya telah diangkat menjadi film dan
sinetron, termasuk Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi, Ketika Cinta Harus
Memilih
, dan Permainan Bulan Desember.
5.   Ahmadun Yosi Herfanda
Karya-karya Ahmadun dipublikasikan di berbagai media sastra dan antologi
puisi yang terbit di dalam dan luar negeri, antara lain,
Horison, Ulumul Qur'an, Kompas, Media
Indonesia
, Republika, Bahana (Brunei), antologi puisi Secreets Need Words (Ohio University, A.S., 2001), Waves of Wonder (The International
Library of Poetry, Maryland,
A.S., 2002), jurnal Indonesia and The Malay World
(London, Inggris, November 1998), The Poets’ Chant (The Literary
Section, Committee of The Istiqlal Festival II, Jakarta, 1995).
Beberapa kali sajak-sajaknya dibahas dalam "Sajak-Sajak Bulan Ini
Radio Suara Jerman" (Deutsche Welle). Cerpennya, Sebutir Kepala dan
Seekor Kucing
, memenangkan
satu di antara penghargaan dalam Sayembara Cerpen Kincir Emas
1988 Radio Nederland (Belanda) dan dibukukan dalam Paradoks Kilas Balik (Radio
Nederland, 1989). Tahun 1997 ia meraih penghargaan tertinggi dalam Peraduan
Puisi Islam MABIMS (forum informal Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia,
dan Singapura).
Beberapa buku karya Ahmadun yang telah terbit
sejak dasawarsa 1980-an, antara lain:
a)      Ladang Hijau (Eska Publishing, 1980),
b)      Sang Matahari (kumpulan puisi, bersama Ragil Suwarna
Pragolapati, Nusa Indah, Ende, 1984),
c)      Syair Istirah (bersama Emha Ainun Nadjib dan Suminto A. Sayuti,
Masyarakat Poetika Indonesia, 1986)
.
d)     Sajak Penari (kumpulan puisi, Masyarakat Poetika Indonesia,
1990),
e)      Sebelum Tertawa Dilarang (kumpulan cerpen, Balai Pustaka, 1997),
f)       Fragmen-fragmen Kekalahan (kumpulan sajak, Forum Sastra Bandung, 1997),
g)      Sembahyang Rumputan (kumpulan puisi, Bentang Budaya, 1997),
h)      Ciuman Pertama untuk Tuhan (kumpulan puisi, bilingual, Logung
Pustaka, 2004),
i)        Sebutir Kepala dan Seekor Kucing (kumpulan cerpen, Bening Publishing,
2004),
j)        Badai Laut Biru (kumpulan cerpen, Senayan Abadi Publishing,
2004),
k)      The Warshipping Grass (kumpulan puisi bilingual, Bening Publishing,
2005),
l)        Resonansi Indonesia (kumpulan sajak sosial, Jakarta
Publishing House, 2006),
m)    Koridor yang Terbelah (kumpulan esei sastra, Jakarta Publishing House, 2006).
n)      Yang Muda yang Membaca (buku esai panjang, Kemenegpora RI, 2009).
o)      Sajadah Kata (kumpulan puisi, Pustaka Littera, 2013).

F.     Kualitas Sastra Angkatan 80-an
Setiap angkatan karya sastra pasti memiliki kelebihan dan
kekurangan, seperti  padaa ngkatan 80-an.
a.    Kelebihan karya sastra angkatan
80-an:
1)      Memiliki wawasan
estetik yang luas;
2)      bertema tentang roman percintaan dan kisah kehidupan ini pun didasari oleh kemajuan ekonomi
dan hidup yang indah bagi masyarakat
sehingga memberi kesan kebahagiaan
bagi pembacanya;
3)      menekankan pada pemikiran
dan cara penyampaian dalam karya sastra
;
4)      periode 80-an ini merupakan sastra yang dinamik yang bergerak bersama
masyarakat Indonesia untuk menuju kehidupannya yang baru dengan wawasan
konstitusional
;
5)      para sastrawan mengikuti perkembangan jaman yang dituntut adanya keberanian
dan kreativitas untuk berkarya
;
6)      periode 80-an ini karya
sastra film juga berkembang pesat

dan;
7)      karyasastraera 1980-an ini juga tumbuh sastra yang
beraliran pop
.
b.   Kekurangan karya sastra angkatan 80-an:
1)      Karya sastra angkatan 80-an diwarnai dengan
aturan-aturan yang ketat dan dipengaruhi oleh kegiatan politik
;
2)      karya sastra yang lahir pada tahun 80-an
dipengaruhi proses depolitisasi
;
3)      sastra yang muncul jadi tidak sesuai dengan
realitas sosial politik serta tidak menunjukkan kegelisahan dan kesakitan
kolektif masyarakat pada masa itu.

DAFTAR PUSTAKA

                Arasy,
Bernika Nur. 2008. “Perbedaan antara Sastra Pop dengan Sastra Nonpop.”
(Online). (
http://arasshehe.blogspot.com/2011/03/perbedaan-antara-sastra-pop-dengan.html, diakses 24
Februari 2014).
                Budiawan, Agus. 2009.
“Persinggungan Sastra Pop dan Nonpop.” (Online). (
http://agusbudiawan.wordpress.com/2013/08/24/persinggungan-sastra-pop-dan-non-pop, diakses 24
Februari 2014).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tausyiah singkat Gus Rajih maimun 'Pentingnya mengenang Ulama'

Pengajian Umum Gus Yusuf Chudlori di Pondok Pesantren Al Hasyimi Kedungw...

kursus berperkara sdviokas