Langsung ke konten utama

KAU LEBIH MEMILIH UNTUK MENCINTAI ATAU DICINTAI || Musikalisasi Puisi









AKU BARU MENYADARINYA SEKARANG

Ada satu hari yang membuatku tersadar
Tentang apa yang aku pertanyakan selama ini
Apakah benar-benar ataukah hanya sekedar cinta
Aku hanya seorang manusia yang tak mampu untuk berkata
Bahkan untuk memberikan sedikit rasa perhatian yang ingin aku berikan saja aku sudah takut
Hingga akhirnya ketakutan itupun kini sudah pudar
Dan aku sudah berani
Berani untuk menatapmu lebih lama dibandingkan dengan tatapanmu
Berani untuk memberikan apa yang aku punya
Yang bisa membuatmu nyaman di saat hujan salju yang kau dan aku inginkan tidak kunjung datang
Aku berikan senyumanku
Senda gurauku
Cerita kecil yang dibalut kesederhanaan
Hangatnya tatapku dan juga hatiku
Aku takut
Aku takut salah mengartikan semua bahasa dalam matamu itu
Seolah aku selalu yakini kamu mempunyai hal yang sama
Hal yang selalu aku pikirkan dan juga aku simpan
Andai aku bisa menemukan satu alat canggih
Yang kecanggihanya bisa mengalahkan ratusan otak profesor yang sudah siap untuk diperlihatkan pada semua orang
Aku hanya ingin tahu apa yang ada dalam pikiranmu dan juga hatimu
Itu saja ...
Aku masih tidak tahu dengan apa yang membuatku seperti ini
Aku selalu membayangkan rambut yang hitam menyala itu
Satu pasang mata yang selalu mencari perhatian ditengah keramaian dan ketidaksengajaan
Dan aku hanya mampu berfikir
Untuk apa maksud dari tatapan itu
Lagi-lagi aku membutuhkan alat canggih itu
Apakah ada
Dan akhirnya Kau pun kini dengannya
Aku terenyah
Aku kehabisan berbagai alasan
Aku jatuh
Aku tak bisa berdiri
Aku gagal
Aku salah
Salah dalam menerka kode yang kamu berikan padaku
Atau bahkan itu semua itu memang bukan sebuah kode untukku
Aku tidak habis pikir
Lantas apa arti dari senyum yang sepertinya hanya didesain khusus untukku
Apa artinya dari candamu yang sepertinya selalu berteriak
Aku nyaman denganmu
Lagi-lagi aku membutuhkan alat itu
Aku kehilanganmu sekarang
Kita memang masih bersama
Kita memang masih bisa bicara satu sama lain
Tapi apa gunanya
Bahkan untuk menatapmu saja aku sudah takut
Aku takut tiba-tiba aku berlari lalu memelukmu sambil berkata
Aku mencintaimu
Dan ma’af
Aku baru menyadarinya sekarang
Ma’af

- Puisi karya Panji Ramdana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Kairo Sowan ke Mbah Maimun Zubaer, Ulama Nusantara

Tausyiah singkat Gus Rajih maimun 'Pentingnya mengenang Ulama'

Pengajian Umum Gus Yusuf Chudlori di Pondok Pesantren Al Hasyimi Kedungw...