Langsung ke konten utama

emprit

Entah penelitian mana yang dimaksud oleh Kapolri. Tetapi, sebelum pernyataan Kapolri tersebut diberitakan, sebuah hasil penelitian tentang adanya upaya yang membonceng isu Rohingya untuk menyerang Jokowi beredar di linimasa.
Hasil penelitian itu diunggah oleh Erizeli Jely Bandaro lewat akun media sosialnya. Dalam statusnya, pengusaha yang bersama 13 Kompasianer dijamu makan siang oleh Jokowi di Istana Negara pada 19 Mei 2015 ini menayangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ismail Fahmi yang dikenal sebagai pakar IT.
Fahmi, sebagaimana yang dituliskan oleh Erizeli, memantau percakapan Twitter di Indonesia dengan menggunakan fitur Opinion Analisys. Lewat fitur tersebut, opini dan sentimen pengguna Twitter dikelompokkan berdasarkan katagori tertentu.
Hasilnya, 33% percakapan pengaitkan isu Rohingya dengan Pemerintah; 25% dengan Jokowi; 19% dengan Budha; 18% dengan Aung San Suu Kyi; 6% dengan Jenderal Min Aung Hlaing
Dari hasil survei, seperti dalam postingan Erizeli, disimpulkan jika isu Rohingya lebih disasarkan kepada pemerintahan Jokowi. Sementara, isu kemanusian dan agama hanyalah alat untuk menggiring ummat Islam untuk membenci pemerintah Jokowi dan umat Budha di Indonesia, bukan di Myanmar
Sayangnya, hasil penelitian Ismail yang diposting oleh Erizeli masih menyisakan banyak pertanyaan. Setelah klik sana-sini barulah ditemukan sebuah artikel yang memberikan penjelasan yang lebih lengkap.
Artikel yang mengulas hasil penelitian Ismail itu diunggah di Forum.liputan6.com. Dalam penelitiannya Fahmi menggunakan tool ciptaannya yang diberi nama "Drone Emprit

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Kairo Sowan ke Mbah Maimun Zubaer, Ulama Nusantara

Tausyiah singkat Gus Rajih maimun 'Pentingnya mengenang Ulama'

Pengajian Umum Gus Yusuf Chudlori di Pondok Pesantren Al Hasyimi Kedungw...