Langsung ke konten utama

ekonomi

Pada era pertumbuhan ekonomi saat ini, investasi asing dan pihak swasta masuki daerah-daerah tertinggal. dalih ingin mengembangkan pendapatan ekonomi daerah, yang ada justru membayar murah seluruh aspek sosial yang ada. tenaga kerja lokal dihargai murah, tapi tenaga asing dan swasta melangit. tanah sawah dihargai murah, berganti menjadi property tak berguna bagi masyarakat sekitar.
di kabupaten bekasi, 100 Ha per-tahun lahan sawah berubah menjadi perumahan, sedangkan kabupaten bekasi sampai 2017 ini belum juga menetapkan lahan sawah abadi. tidak hanya itu, jalur hijau kabupaten bekasi pun ludes diborong untuk perusahaan property.
meskipun pemetaan lahan sawah dan lahan permukiman sudah diupayakan oleh pemerintah, akan tetapi perusahaan property nekat membeli lahan-lahan tersebut, dengan dalih agar ada perubahan alur pemetaan di kabupaten bekasi.
Di daerah tambun utara dan babelan saja misalnya, ratusan hektar lahan sawah telah berubah menjadi perumahan, tidak sedikit rumah yang tidak laku terjual, karena kondisi bangunan yang rapuh, dan dikerjakan asal-asalan. lihat saja di daerah sriamur, pisangan, babelan dan gabus, yang tadinya merupakan lahan sawah, kini menjadi perumahan yang tidak terlalu siginifikan membantu ekonomi warga setempat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Kairo Sowan ke Mbah Maimun Zubaer, Ulama Nusantara

Tausyiah singkat Gus Rajih maimun 'Pentingnya mengenang Ulama'

Pengajian Umum Gus Yusuf Chudlori di Pondok Pesantren Al Hasyimi Kedungw...