tesis ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan makna Ina
Mana Lali Ai yang dipahami oleh masyarakat Rote dan akibat dari ungkapan
ini terhadap posisi sosial perempuan dalam masyarakat Rote Dengka.
Untuk mencapai tujuan itu, telah dikumpulkan data menggunakan metode
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang
dilakukan adalah wawancara, studi kepustakaan. Hasil Penelitan ini
mengungkapkan bahwa mitos Ina Mana Lali Ai ini lahir karena adanya
keinginan dari pembuat cerita untuk menggambarkan realitas sosial
kehidupan masyarakat Rote yang cerdik, yang mengandalkan ketangkasan
berpikir, serta ada usaha untuk menegaskan eksistensi orang Rote Dengka
sebagai pembawa kebudayaan baru dalam dataran Rote, dalam upaya
menggambarkan realitas kehidupan mereka, orang Rote Dengka memakai
perempuan sebagai alat/umpan, perempuan yang sudah menikah dipaksa untuk
meninggalkan suami mereka dan ikut ke negeri laut untuk mendapatkan
api. Posisi dan peran mereka sangat tidak dihargai, peran mereka hanya
dimaknai sebagai alat pemenuhan kepentingan. Hal ini berdampak pada
sampai pada saat ini, di mana posisi sosial perempuan dalam masyarakat
Rote sangat tidak hargai. Ungkapan Ina Mana Lali Ai yang lahir dari
mitos ini mengakibatkan ketidakadilan terhadap perempuan Rote sampai
saat ini, dimana bentuk-bentuk ketidakadilan tersebut yaitu:
Marginalisasi yaitu pemiskinan terhadap perempuan, di mana karena
dianggap sebagai Ina Mana Lali Ai atau perempuan yang akan
berpindah-pindah dan tugasnya adalah di dapur, maka perempuan Rote tidak
diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi dan tidak
mendapatkan warisan dari orang tuanya. Stereotip, adanya pelabelan
negatif terhadap perempuan Rote yaitu bahwa perempuan Rote adalah
pemindah api, oleh karena itu tugas dari seorang perempuan adalah rumah,
dapur dan kebun. Bentuk ketidakadilan lainnya adalah Subordinasi, yang
dipresentasikan dalam lingkup domestik, di mana perempuan dianggap
sebagai makhluk yang lemah, ia tidak memiliki kemampuan seperti
laki-laki, sehingga ia tidak boleh berada di ruang publik ataupun
menjadi pemimpin. Perempuan pembuat api, dan tempatnya di dapur. Selain
itu, adanya beban kerja domestik yang dipikul perempuan lebih banyak
dari pada laki-laki. Di mana perempuan karena dianggap sudah di bayar
mas kawin (belis), maka seluruh tugas yang dilakukan oleh perempuan
dianggap sebagai bentuk tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh
perempuan dan perempuan sendiri pun tidak merasa bahwa ia telah memikul
beban kerja yang lebih berat dari laki-laki. Dari analisis tersebut
adapun beberapa saran yang bagi penulis perlu diperhatikan, yaitu: 1)
Sebagai lembaga pendidikan, hasil penelitian ini kiranya dapat digunakan
sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengajaran jender. 2) Peran
Gereja, dari kisah ini, oleh gereja dapat dijadikan sebagai sebuah
bentuk teologi kontekstual. 3) Pemerintah daerah dan tokoh-tokoh adat
perlu berperan penting dalam upaya pemberdayaan perempuan, dibutuhkan
kepekaan jender yang cukup dari pemerintah dalam menghasilkan
pemikiran-pemikiran dan kebijakan yang dilakukan sehingga tidak lagi
bias jender. 4) Untuk Perempuan dan laki-laki perlu adanya relasi saling
percaya dibangun antara sesama manusia baik itu lelaki, perempuan dan.
Relasi itu menunjukkan bahwa kita setara, bahkan setiap manusia memiliki
sisi positif untuk dihargai. 5) Bagi perempuan sendiri perlu adanya
kesadaran bahwa ia diperlakukan tidak adil, karena pada kenyataanya
perempuan belum sadar akan keberadaan dirinya yang terikat oleh budaya.
Kata Kunci: Mitos, Perempuan dan Ketidakadilan Jender viii
9 DAFTAR ISI Halaman Judul Halaman Pengesahan.... Halaman Pernyataan Keaslian... Halaman Motto Halaman Persembahan. Kata Pengantar..... Abstrak.. Daftar isi i ii iii iv v ix xi BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Batasan Masalah Signifikansi Penelitian Garis Besar Susunan Penulisan. 13 BAB 2 : MITOS DAN JENDER 2.1 Mitos Pengertian Mitos Cara Kerja Mitos. 15 ix
10 1.3 Fungsi Mitos Aspek waktu Dalam Mitos Beberapa Macam Mitos Jender Konsep Jender Ketidakadilan Jender BAB 3 : HASIL PENELITIAN LAPANGAN 3.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Mitos Ina Mana Lali Ai Makna Ungkapan Ina Mana Lali Ai Menurut Orang Rote Dengka Ungkapan Ina Mana Lali Ai dan Akibatnya Terhadap Posisi Sosial Perempuan Dalam Masyarakat Rote Dengka BAB 4 : ANALISA PENELITIAN 4.1 Interpretasi Terhadap Mitos Ina Mana Lai Ai Realitas Sosial Kehidupan Masyarakat Rote Dengka Penegasan Sejarah Eksistensi Orang Dengka Sebagai Pembawa Kebudayaan Baru Dalam Masyarakat Rote Mitos Sebagai Piagam Klen Makna Mitos Ina Mana Lali Ai Ungkapan Ina Mana Lali Ai dan Posisi Sosial Perempuan Dalam Masyarakat Rote: Terdomestikasi BAB 5 : PENUTUP x
11 5.1 Kesimpulan Saran. 74 DAFTAR PUSTAKA xi
9 DAFTAR ISI Halaman Judul Halaman Pengesahan.... Halaman Pernyataan Keaslian... Halaman Motto Halaman Persembahan. Kata Pengantar..... Abstrak.. Daftar isi i ii iii iv v ix xi BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Batasan Masalah Signifikansi Penelitian Garis Besar Susunan Penulisan. 13 BAB 2 : MITOS DAN JENDER 2.1 Mitos Pengertian Mitos Cara Kerja Mitos. 15 ix
10 1.3 Fungsi Mitos Aspek waktu Dalam Mitos Beberapa Macam Mitos Jender Konsep Jender Ketidakadilan Jender BAB 3 : HASIL PENELITIAN LAPANGAN 3.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Mitos Ina Mana Lali Ai Makna Ungkapan Ina Mana Lali Ai Menurut Orang Rote Dengka Ungkapan Ina Mana Lali Ai dan Akibatnya Terhadap Posisi Sosial Perempuan Dalam Masyarakat Rote Dengka BAB 4 : ANALISA PENELITIAN 4.1 Interpretasi Terhadap Mitos Ina Mana Lai Ai Realitas Sosial Kehidupan Masyarakat Rote Dengka Penegasan Sejarah Eksistensi Orang Dengka Sebagai Pembawa Kebudayaan Baru Dalam Masyarakat Rote Mitos Sebagai Piagam Klen Makna Mitos Ina Mana Lali Ai Ungkapan Ina Mana Lali Ai dan Posisi Sosial Perempuan Dalam Masyarakat Rote: Terdomestikasi BAB 5 : PENUTUP x
11 5.1 Kesimpulan Saran. 74 DAFTAR PUSTAKA xi
Komentar
Posting Komentar